Kamis, 30 September 2010

Foto-Foto Kekejaman Amerika di penjara abu ghraib iraq Terhadap Kaum Muslim

Haruskah kita berdiam diri melihat saudara-saudara kita selaku umat muslim dalam hunaan ynag sebesar-besarnya. Haruskah kita hanya merenung tanpa adanya solusi atas kekejaman mereka. Atau malah kita takut perang dengan mereka. Dunia di mayoritasi oleh kaum muslimin. Mengapa harus takluk dengan mereka, kaum ziolis????
Sebagaimana diberitakan di media masa bahwasanya Pentagon menghalangi untuk mempublikasikan gambar-gambar dan rekaman video Abu Ghraib ke media masa. Gambar-gambar tersebut sebagaimana yang dikomentari oleh Donald Rumsfeld sebagai "that can only be described as blatantly sadistic, cruel and inhumane," (hanya bisa digambarkan sebagai sangat sadis, sangat kejam, dan diluar perikemanusiaan).

Lebih jauh lagi seorang senator Partai Republik di amerika mengatakan setelah melihat gambar dan rekaman video tersebut sebagai adegan “rape and murder” (pemerkosaan dan pembunuhan).

Bagaimanakah gambar-gambar dan rekaman yang di penjara Abu Ghraib itu sebenarnya?. Sampai sejauh manakah kesadisan tentara Amerika di dalam menyiksa para muslim di Iraq yang mereka tahan?. Belum ada yang memuatnya.

Sejauh ini hanya Randi Rhodes sebagai host (penyiar) di Air America Radio yang baru berani mempublikasikannya ke publik tentang bagaimana kekejaman tentara Koalisi di Iraq. Randi Rhodes mendapat kesempatan untuk melihat sebagian kecil gambar-gambar dan rekaman video, mewawancarai orang-orang yang sudah melihat gambar dan rekaman tersebut.

Oleh karena itu kami yang berkesempatan mendengar laporan dari Randi mencoba menterjemahkan transcript dari siaran tersebut ke dalam bahasa Indonesia untuk menginformasikan kepada Anda. Jika kurang puas, anda bisa menjumpai Randi Rhodes di www.airamerica.com atau di http://www.therandirhodesshow.com/.

Inilah cuplikan Randi Rhodes Show:

Terdapat ribuan foto yang dikirimkan oleh whistleblower (pembocor rahasia) prajurit Joe M Darby. Dan yang kami lihat hanyalah beberapa buah dari yang ribuan tersebut. Koran Sunday Herald melakukan penyelidikan, dan menemukan bahwa ratusan anak-anak berada di penjara Abu Ghraib, dan beberapa dari mereka kecil dari 10 tahun. Dan mereka menjadi korban pemerkosaan dan penyiksaan dan bahkan pembunuhan.

Saya akan kasih tahu anda sedikit saja, karena ini sangat menjijikan....sangat menjijikan. Sebagaimana wawancara saya dengan Seymour Hersh yang telah melihat foto tersebut mendeskripsikan bahwa ”Gambar dari foto tersebut adalah pemerkosaan terhadap seorang anak lakik-laki, dan anak laki-laki tersebut di dalam berteriak dan ber darah-darah dan itu adalah bagian yang paling menyedihkan dari gambar tersebut.”

Pada bulan Oktober (2004), Kasim al Hilas bahwa menyaksikan pemerkosaan seorang tahanan anak laki-laki berumur 13 tahun di penjara Abu Ghraib di Iraq. "Anak tersebut benar-benar berada dalam kesakitan yang amat sangat, ketika dia menjerit, saya panjat pintu penjara, saya melihat seorang tentara yang memakai pakaian dinas. ” Dan kemudian dia memberikan detail yang mengerikan bagaimana tentara tersebut memperkosa anak laki-laki tersebut.

Dan kesaksian yang lain yang diberikan ke Sunday Herald bekas tahanan Salman Dalwood mengatakan, “Saya melihat dua anak laki-laki telanjang, mereka diikat bersama-sama saling berhadap-hadapan. Dan seorang tentara Amerika memukuli mereka. Dan beberapa penjaga melihat sambil mengambil foto. Dan tiga tentara wanita tertawa kepada para tahanan, dua dari mereka masih muda. “

Tidak ada yang tahu berapa jumlah yang pasti anak-anak yang ditahan oleh tentara koalisi di Abu Ghraib di Iraq. Tetapi penyelidikan koran Sunday Herald memperkirakan sampai 107 anak-anak yang ditahan. Nama mereka tidak diketahui, tidak diketahui berapa lama mereka sudah ditahan, berapa lama lagi mereka akan berada disana, dan apa yang terjadi atas mereka selama mereka berada di dalam penjara. Laporan ini sungguh mengagetkan.

Permasalahan ini sudah diselidiki oleh UNICEF pada bulan Juni lalu (2004), tetapi yang mengherankan laporannya tidak dipublikasikan oleh UNICEF.

Bagian kunci dari perlindungan anak di UNICEF mengatakan, “Anak-anak yang ada masalah dengan pasukan koalisi pada bulan Juli dan Agustus 2003. Anak-anak tersebut ditangkap dan dimaksukan ke Internee di Umi Kashar. Karena dimasukkan ke bagian internee inilah yang mengkhawatirkan, karena ini adalah bagian yang berdiri sendiri, tidak ada yang mengawasi, dan tidak diperbolehkan mengadakan hubungan dengan keluarga. Dan juga pasukan koalisi membangun penjara khusus untuk anak-anak di Baghdad.”

Dan juga menurut laporan Palang Merah International bahwa banyak anak-anak yang ditangkap, dan pasukan koalisi akan memindahkan semua anak2 tersebut ke penjara orang dewasa. Dan UNICEF tidak diberikan akses kepada anak-anak di penjara tersebut.

Para wartawan di Jerman juga melaporkan dari hasil penyelidikan mereka. Salah seorang wartawan Thomas Ruder, menwawancarai seorang tentara amerika Samuel Privant yang dilarang berbicara tentang perjalanan selama 6 bulan bertugas di penjara Abu Ghraib.

Masih menurut Ruder, bagaimana satu ketika seorang anak laki-laki Iraq berumur 6 tahun ditangkap dengan kejamnya. “Dia sangat ketakutan sekali” kata Samuel Privant.”

“Kami kemudian menginterogasi dia. Kami siram dia dengan air, dan saya ingat malam itu sangat dingin sekali, kemudian kami seret dia keluar, saya merasa kasihan sekali, kami siram badannya dengan kotoran manusia, dan kemudian kami kasih lihat dia kepada bapaknya yang juga sedang kami tahan di tahanan tersebut.

Pada awalnya bapaknya tidak mau bicara tetapi kemudian bapak anak tersebut luluh melihat anaknya disiksa demikian, dan dia menangis dia bilang dia akan bicara apapun yang dia tahu.”

Suhab Badir Adim Albas, seorang wartawan TV Iraq, juga banyak mengetahui tentang anak-anak yang disiksa oleh tentara koalisi di Abu Ghraib, karena dia ditangkap oleh tentara Amerika ketika dia sedang meliput.

Albas mengatakan, dia dipenjara selama 74 hari di penjara Abu Ghraib. “Saya ditempatkan di dekat penjara anak-anak, “ katanya.

Ada ratusan anak-anak disana. Pastinya, laki-laki dan perempuan di bawah umur 13 tahun.. Dia mendengar seorang anak gadis berumur sekitar 12 tahun menangis. Satu malam, seorang tentara datang ke penjara anak gadis tersebut, kemudian dia dipukuli.

“Dan saya mendengar si anak tersebut berteriak mereka menelanjangiku, mereka menyirami air ke badanku, ” kemudian dia mendengar anak tersebut menangis lebih menyedihkan lagi.

Dal ini membuat saya dan beberapa orang tahanan lain juga ikut menangis mendengar tangisan anak gadis tersebut dan atas apa yang sedang terjadi kepadanya.”

Albas juga menceritakan bagaimana seorang anak berumur 6 tahun dipukuli dengan pentungan berulang-ulang sampai dia pingsan, kemudian penjaga membawa bapaknya yang kepalanya ditutup dengan sarung, dan kemudian si anak tersebut pingsan lagi.

Laporan selanjutnya memperlihatkan bukti-bukti dengan gambar-gambar, dan rekaman video bagaimana seorang polisi militer memperkosa seorang tahanan wanita, anak-anak diperkosa, tahanan laki-laki dipaksa bermastrubasi dan penyiksaan.

“Ada beberapa hal yang paling mengerikan terjadi yang kalian tidak tahu. Ada wanita-wanita (wanita Iraq yang ditahan) di dalam video tersebut, ada seorang wanita yang menyampaikan pesan agar dia dibunuh saja. Karena apa yang terjadi pada dirinya. Pada dasarnya apa yang terjadi dipenjara tersebut terhadap para wanita dan anak-anak adalah pemerkosaan dan penyiksaan.

Ada anak laki-laki di sodomi secara bergantian oleh para tentara di depan orang tua anak-anak tersebut, dan itu direkam oleh mereka sendiri, dan yang lebih mengerikan dari semua itu adalah suara anak tersebut menjerit kesakitan. Itu yang dipunyai oleh pemerintah anda. (Amerika, red), “ kutip Seymour Hersh.

Penyelidikan juga menemukan, bahwa sebagian anak-anak tersebut ditahan oleh tentara Amerika dan sebagiannya lagi oleh tentara Inggris. Tentara Inggris menahan anak-anak yang berasal dari Basra yang merupakan di bawah kontrol dari Inggris. Organisasi Palang Merah Internasional mengatakan bahwa tentara koalisi mempunyai 6 penjara yang menahan anak-anak di Iraq.

Dan Palang Merah Internasional tak diijinkan untuk melihat satupun dari penjara tersebut. Amnesty Internasional sangat marah dengan keadaan tersebut, dan mengetahui bahwa terjadi pelangaran HAM terhadap anak-anak Iraq. Yang mereka itu ditahan, disiksa, dan dibunuh.

Dan laporan diatas hanyalah baru segelintir dari sekian banyak laporan kekejaman tentara koalisi di terhadap muslim di penjara Abu Ghraib Iraq yang belum terungkap. (Laporan M. Yusuf yang ditraskrip dari Randi Rhodes Show)



berikut kekejaman mereka terhadap kaum lemah....
















Asstagfirulloh...semoga orang-orang yang teraniaya mendapat tempat yang pantas di sisi-Nya

5 komentar:

Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
hamba Alloh mengatakan...

jika aku presidenya indonesia q kerahkan rakyat indonesia untuk peraaaaang melawan amerikaaaaaaa!!!!!!!!!!

Anonim mengatakan...

Ya Robbi Musnahkanlah antek2 kaum yahudi!!!

Unknown mengatakan...

semoga orang yang menganiaya itu mendapat kutuk tuhan

Anonim mengatakan...

Yuk kita bandingkan dengan ISIS yang suka memenggal kepala manusia itu... banyak videonya di Youtube...

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Yogyakarta City | Bloggerized by Arya Kawakibi - Bezafour Ganbatte | Arya, Rukmana